Senin, 10 Mei 2010

“SOSOK SEORANG PEMIMPIN DAN KONSEKWENSINYA”
Oleh :
Syaiful Rahman
(Kepala Divisi Pusat Informasi Pesantren Pondok Pesantren Miftahul Ulum Sumberjati Desa Bungbaruh Kec. Kadur Kabupaten Pamekasan Madura Tahun 2003)


A. Bagaimana Seharusnya Jadi Pemimpin
Ada ciri khusus pada diri calon pemimpin, apakah ia bisa jadi pemimpin? Apa tidak ! itu tergantung pada ciri tersebut. Ciri-ciri pemimpin sangat erat sekali hubungannya dengan sifat dan karakter dari calon pemimpin tersebut, apa sifatnya baik, buruk atau sebagainya, bahkan karakternya, apa dia amburadul atau konsekwen dalam hidupnya. Jadi, dalam hal pemilihan pemimpin itu tidak asal-asalan, karena kita bisa melihat sifat dan karakter calon pemimpin yang bagaimana seharusnya menjadi pemimpin.
Pemimpin adalah figur bagi masyarakatnya atau bawahannya, sehingga apabila pribadi pemimpin itu baik, maka hasil dari yang dipimpin akan baik, begitu pula sebaliknya, bila pribadi pemimpin itu jelek maka jelek pulalah yang dipimpinnya.
“Kehancuran bangsa berada ditangan pemimpinnya, jika pemimpinnya baik maka baik pula bangsanya, dan bila pemimpinnya bejat atau rusak, maka rusaklah bangsanya”1 Jadi, seharusnya menjadi seorang pemimpin itu yang baik dan mampu memimpin.

MANAJEMEN STAF *
Oleh: Syaiful Rahman, SE**

A. PENDAHULUAN
Pentingnya suatu perencanaan, sehingga tidak dapat diremehkan atau ditinggalkan. Bila kita hanya teringat dengan kepentingan sesaat, maka akan berpengaruh pada tindakan manajemen, dalam arti kwalitas staf atau administrator tetap diselenggarakan sesuai prosedur. Dengan adanya prosedur yang sesuai, seorang pimpinan akan merasa mudah dalam mengelola lembaganya.
Tidak hanya dalam bentuk fisik, namun psykis juga sangat diperlukan dalam upaya pembentukan staf atau administrator secara utuh. Tidak hanya kecerdasan yang diperlukan, tapi moralitas perlu diperhitungkan. Bukan sekedar kelihaian berkata-kata, namun keramahan harus tetap terjaga.
Dalam sebuah lembaga pendidikan perlu adanya peningkatan kwalitas pendidik. Hal ini akan memberikan sebuah paradigma baru dalam masa mendatang. Dengan semakin derasnya arus informasi saat ini akan berpengaruh terhadap kwalitas pendidikan. Oleh karennya diperlukan suatu langah perbaikan guna mewujudkan semua itu.

INSTRUKSIONAL
Oleh: Syaiful Rahman, SE*

A. PENDAHULUAN
Bidang pendidikan berurusan dengan komunikasi antar manusia (sosial), yang satu sama lain dapat saling menyampaikan pesan, maksud dan tujuan menurut caranya masing-masing.Alat penghantar pesan itu dapat bermacam-macam, dari mulai bahasa, lambang, gambar, gerakan-gerakan, dan sikap, sampai kepada alat-alat bantu pengajaran yang modern; dari yangh sederhana dan hanya memerlukan sedikit keterampilan, sampai kepada yang rumit dan memerlukan berbagai latihan serta kecakapan khusus untuk dapat menggunakannya.[1]