“SOSOK SEORANG PEMIMPIN DAN KONSEKWENSINYA”
Oleh :
Syaiful Rahman
(Kepala Divisi Pusat Informasi Pesantren Pondok Pesantren Miftahul Ulum Sumberjati Desa Bungbaruh Kec. Kadur Kabupaten Pamekasan Madura Tahun 2003)
A. Bagaimana Seharusnya Jadi Pemimpin
Ada ciri khusus pada diri calon pemimpin, apakah ia bisa jadi pemimpin? Apa tidak ! itu tergantung pada ciri tersebut. Ciri-ciri pemimpin sangat erat sekali hubungannya dengan sifat dan karakter dari calon pemimpin tersebut, apa sifatnya baik, buruk atau sebagainya, bahkan karakternya, apa dia amburadul atau konsekwen dalam hidupnya. Jadi, dalam hal pemilihan pemimpin itu tidak asal-asalan, karena kita bisa melihat sifat dan karakter calon pemimpin yang bagaimana seharusnya menjadi pemimpin.
Pemimpin adalah figur bagi masyarakatnya atau bawahannya, sehingga apabila pribadi pemimpin itu baik, maka hasil dari yang dipimpin akan baik, begitu pula sebaliknya, bila pribadi pemimpin itu jelek maka jelek pulalah yang dipimpinnya.
“Kehancuran bangsa berada ditangan pemimpinnya, jika pemimpinnya baik maka baik pula bangsanya, dan bila pemimpinnya bejat atau rusak, maka rusaklah bangsanya”1 Jadi, seharusnya menjadi seorang pemimpin itu yang baik dan mampu memimpin.
Oleh :
Syaiful Rahman
(Kepala Divisi Pusat Informasi Pesantren Pondok Pesantren Miftahul Ulum Sumberjati Desa Bungbaruh Kec. Kadur Kabupaten Pamekasan Madura Tahun 2003)
A. Bagaimana Seharusnya Jadi Pemimpin
Ada ciri khusus pada diri calon pemimpin, apakah ia bisa jadi pemimpin? Apa tidak ! itu tergantung pada ciri tersebut. Ciri-ciri pemimpin sangat erat sekali hubungannya dengan sifat dan karakter dari calon pemimpin tersebut, apa sifatnya baik, buruk atau sebagainya, bahkan karakternya, apa dia amburadul atau konsekwen dalam hidupnya. Jadi, dalam hal pemilihan pemimpin itu tidak asal-asalan, karena kita bisa melihat sifat dan karakter calon pemimpin yang bagaimana seharusnya menjadi pemimpin.
Pemimpin adalah figur bagi masyarakatnya atau bawahannya, sehingga apabila pribadi pemimpin itu baik, maka hasil dari yang dipimpin akan baik, begitu pula sebaliknya, bila pribadi pemimpin itu jelek maka jelek pulalah yang dipimpinnya.
“Kehancuran bangsa berada ditangan pemimpinnya, jika pemimpinnya baik maka baik pula bangsanya, dan bila pemimpinnya bejat atau rusak, maka rusaklah bangsanya”1 Jadi, seharusnya menjadi seorang pemimpin itu yang baik dan mampu memimpin.